Produsen Suzuki Belum Siap Luncurkan Motor Listrik Di Indonesia

masai-land-rover.com – Pasar otomotif kini penuh dengan sepeda motor listrik, dari segala jenis dan model. Sayangnya, Suzuki nampaknya belum berminat menggarap kuda beroda bebas tersebut. Head of National and Digital Marketing 2W PT Suzuki Indomobil Sales (SIS), M Razwankaizar menjelaskan, perseroan kini fokus pada pengembangan merek-merek populer di pasar.

Jadi mereka belum punya rencana untuk sepeda motor listrik. “Kami fokus pada produk yang sudah ada, kami belum punya proyek sepeda motor listrik. Direktur belum menyebutkan produk lainnya. “Kami fokus pada kualitas produk yang ada,” kata Razwankaizar dari Senayan Jakarta. Joshi Prasetya, Kepala Departemen Perencanaan Strategis PT SIS, juga mengatakan perseroan terus membuka peluang bagi semua sektor usaha.

Namun tujuan utama pengembangannya adalah menciptakan produk yang handal dan mampu menunjang pergerakan sehari-hari. Tapi tidak menutup kemungkinan masuk ke sana (motor listrik). Karena secara umum teknologinya sudah ada, jelas Joshi. Jika dilihat, khususnya anggota Asosiasi Industri Sepeda Motor Indonesia (AISI), Honda sudah memasarkan Honda EM 1 e: dan Yamaha mulai melakukan riset terhadap Yamaha E01.

Di sisi lain, Suzuki berada dalam posisi sulit di pasar sepeda motor dalam negeri. Kita tahu mereka mampu menjual 12.545 unit di tahun 2023. Padahal AISI mencatat pasar sepeda motor pada tahun 2023 mencapai 6.236.992 unit. Artinya Suzuki hanya menawarkan 0,2 persen.

Baterai Kendaraan Listrik Lithium NMC Disebut Lebih Cocok Dengan Motor Listrik

masai-land-rover.com – Pemilihan baterai sangat penting bagi sebuah kendaraan listrik, baik itu mobil maupun sepeda motor. Saat ini terdapat dua jenis baterai yang umum digunakan yaitu LFP atau lithium ferrophosphate dan NMC atau nikel mangan kobalt. Indonesia sendiri merupakan salah satu produsen nikel terbesar di dunia dan digunakan untuk memproduksi lithium jenis NMC.

“Sangat cocok untuk sepeda motor listrik karena kepadatan dan ruangnya besar,” jelas Sekretaris Asosiasi Industri Sepeda Motor Listrik Indonesia (Aismoli) Abdullah Alwi saat ditemui di Jakarta, Kamis (25/1/2024). Abdullah melanjutkan, NMC lithium sendiri juga memiliki umur simpan yang lama, hingga 4-5 tahun.

Perhatikan bahwa baterai atau sepeda motor listrik mendapat manfaat dari perawatan yang tepat. Namun baterai lithium NMC lebih mahal dibandingkan baterai LFP atau baterai tanpa nikel atau kobalt. “Harganya lebih mahal, tapi tidak banyak. “Dan kalau dilihat produknya (konsumen pasti lihat harganya, ada Rp 25 juta dan Rp 15 juta,” tutupnya.

Perbedaan Antara Baterai LFP dan Nikel NMC

Peforma

LFP dapat menjangkau jarak yang lebih pendek dibandingkan NMC. Konon jangkauan baterai LFP bisa mencapai sekitar 700 kilometer. Saat ini NMC bisa menjangkau lebih dari 1000 km.

Pengisian Baterai

Efisiensi operasional LFP sedikit lebih rendah dibandingkan NMC. Daya LFP memiliki kapasitas rendah yaitu 3,2 volt dan tidak berfungsi dengan baik dalam kondisi dingin. Sedangkan NMC berkapasitas 3,5 hingga 3,7 volt dapat bekerja dengan baik dalam kondisi dingin.

Ukuran

Baterai LFP berat dan besar, hanya menghasilkan 125 jam listrik per kilogram, dibandingkan dengan NMC yang menghasilkan 300 watt jam per kilogram.

Harga

Rata-rata harga baterai LFP berkisar 70-80 USD per KWH, lebih murah 20-30% dibandingkan harga baterai NMC yang berkisar antara 90-100 USD per KWH.

Masa Pakai

Daya tahan baterai LFP lebih lama dan mampu diisi hingga 3.000 jam dibandingkan baterai NMC yang hanya diisi 1.000 hingga 2.000 kali.

Keamanan

Baterai LFP tidak mudah panas jika habis, karena suhu di Sulut mencapai 270 derajat Celcius.